Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, December 12, 2013

LAYANG-LAYANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - LAYANG-LAYANGSebuah layang-layang yang baru saja selesai dibuat. Pemiliknya membawa ia ke lapangan terbuka. Secara perlahan-lahan layang-layang itu menemukan dirinya terbang semakin lama semakin tinggi. Ketika ia mengangkat wajahnya menengadah ke langit, ia berteriak gembira; 'Wuaahhh, langit yang biru. Aku akan terbang tinggi sampai ke ujung sana.' Namun tiba-tiba ia merasa bahwa perjanannya kini agak tersendat dan menjadi berat. Ia tidak bisa bergerak lebih tinggi dan tak mampu maju lebih jauh lagi. Ketika ia menundukkan kepalanya, barulah ia tahu kalau pemiliknya memegang kuat ujung benang. Benang itulah yang membuatnya tak bisa terbang tinggi. Layang-layang itu menjadi amat marah. 'Mengapa ia tidak melepaskan aku?? Bila aku dilepaskan secara bebas, aku pasti akan terbang lebih tinggi menembusi awan-awan yang ada jauh di atas sana.' Demikian layang-layang itu berontak. Tiba-tiba tali benang itu terputus. Dan Ternyata bukan kenikmatanlah yang dia peroleh. Sebaliknya, ia kini jungkir balik ter....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, August 13, 2013

KETIKA TUHAN MENGATAKAN TIDAK

Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku. Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya." Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara." Ya Tuhan beri aku kesabaran. Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri." Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri." Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan

[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/vanp1159 ]

Wednesday, May 29, 2013

PERBINCANGAN IBLIS

Di pojok sebuah pub, remang-remang, musik dengan ritme yang monoton membuat jantung ikut berdegup kencang, terlihat lima sekawan iblis sedang duduk ngobrol. Rupanya mereka baru saja membujuk seorang anak muda yang masih ingusan untuk pertama kalinya masuk sebuah pub. “Hehe, hik!” si Iblis Teler yang sedang mabuk mulai membuka perbincangan seru, “..aku, hik!, ..pengen tahu .. hik.. apa saja yang kalian lakukan untuk menjerat manu..hik..sia agar jauh dari TUHAN, hik!” “Idih, gampang aja deng..” jawab si Iblis Bencong sambil mengelus-elus tanduknya yang baru saja dikeriting di salon,

[ Untuk mendapatkan Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi, GRATIS:  KLIK DISINI ]

Sunday, February 5, 2012

Membuka Saluran Baru



Dewasa ini persoalan hidup setiap insan manusia semakin beragam. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak berimbang dengan pertumbuhan akhlak yang luhur pada kebanyakan individu. Satu contoh permasalahan yang dinikmati setiap hari adalah masalah lingkungan hidup, sebut saja sampah, banjir, dan air kotor. Tiga masalah ini sudah cukup mewakili setiap masalah kehidupan secara keseluruhan.

Di ibukota kita Jakarta, banjir sudah menjadi sahabat warga metropolitan, ini membuat tidakan perbaikan dan membuka saluran baru menjadi pilihan yang mendesak untuk segera dikerjakan. Di Bandung kita mengalami sendiri berjalan sepanjang jalan yang tergenang air, saluran yang kotor, tersumbat dengan berbagai sampah kiriman yang terbawa sungai, dan menghadirkan bau tidak enak yang sangat mengganggu. Saluran yang tersumbat, menghambat aliran air, dan menghadirkan sampah dan penyakit.


Permasalah ini tidak banyak kita temukan di pedesaan, tapi di kota besar yang padat penduduk dan kecenderungan individu yang tidak peduli dan masa bodoh, turut menambah beban masalah dan peliknya persoalan. Jika masalah ini tidak diselesaikan, akan semakin menambah beban yang pasti akan diwariskan kepada generasi mendatang.
Mengapa kebanyakan manusia menjadi tidak peduli dan sulit mengendalikan diri? 
Tidak ada jalan lain, selain memperbaiki. Ini adalah pilihan yang mendesak. Apa jalan keluarnya?
Persoalan saluran yang membawah sampah dan penyakit, juga sering terjadi dalam setiap bagian kehidupan kita, baik bagi diri sendiri, dengan keluarga, lingkungan kerja, di organisasi, maupun di jemaat. Jika diri kita menemukan sampah dan kotoran masalah kehidupan di sekeliling kita, apakah kita akan termasuk pada golongan orang yang akan memilih sikap masa bodoh, atau kita akan mengupayakan potensi kita untuk menjadi saluran baru yang akan mengalirkan air jernih dan membawa kesegaran dan kesehatan bagi kehidupan?
Saya yakin kita sepakat untuk memilih berada di antara orang-orang yang berpikir positif sehingga dapat membuat pilihan yang tepat untuk berkata, saya akan menjadi orang yang membuka saluran baru, dan menjadi manusia pembawa jalan keluar setiap tantangan persoalan yang timbul dalam kehidupan, baik masalah pribadi, keluarga, masyarakat, terlebih gereja dan Tuhan.
Dari sekian banyak cara, beberapa akan kita ramu dalam ringkasan KIAT MENJADI SALURAN BERKAT.


Segala sesuatu kita minta Tuhan untuk campur tangan, karena Tuhan adalah Jalan Keluar kita. Dalam Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”  selanjutnya Filipi 4:19, Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.








Jangan mudah termakan isu, pelajari setiap masukan dan lakukan pembuktian tentang segala sesuatu yang membawa pada penyelesaian masalah dengan bijaksana. Amsal 25:11 “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” Dan dalam Mazmur 59:13 berbunyi, “Karena dosa mulut mereka adalah perkataan bibirnya, biarlah mereka tertangkap dalam kecongkakannya. Oleh karena sumpah serapah dan dusta yang mereka ceritakan,…”





Jangan biarkan kecerobohan merusak semangatmu. Tekad dan niat yang benar, jika tidak di lakukan dengan cara yang benar dan tepat waktu, akan menghasilkan satu kesulitan baru yang dapat menurunkan semangat, dan semangat yang menurun bisa melahirkan sikap masa bodoh dan cuek, sehingga berujung pada pilihan menjauh dan mundur. Yehezkiel 3:8,Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka. II Tawarikh 15:7, “…,Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"




Mintalah pendapat orang yang lebih tahu. Sedapat mungkin hindari diri kita dari cara mengambil kesimpulan yang serampangan tanpa mendengar dari orang yang lebih memahami. Sikap terburu-buru sering membuat kita lalai dan mengabaikan beberapa hal penting yang tidak dapat terlintas dalam benak kita jia sedang dalam situasi pikiran yang sempit. Keputusan yang tergesa-gesa akan merendahkan potensi kita. Salomo Buku Amsal 25:8 berkata, “…,jangan terburu-buru kaubuat perkara pengadilan. Karena pada akhirnya apa yang engkau dapat lakukan, kalau sesamamu telah mempermalukan engkau?” Selanjutnya dalam Pengkhotbah 5:1,  “Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.”  Kisah Para Rasul 19:36, …, Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak.

Jagalah diri kita untuk selalu dapat menempatkan diri di tempat yang benar pada saat yan tepat. Kecerobohan kita dapat mendatangkan bencana bagi kita dan keluarga kita, maupun orang-orang di sekitar kita. Hindari hal-hal yang memungkinkan kita berada pada posisi yang salah. Tindakan pencegahan adalah awal kebijaksanaan yang menjaga ketentraman kita. Dalam Pengkhotbah 10:4 dikatakan, Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar. Yeremia  31:16, Beginilah firman TUHAN: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali dari negeri musuh.

Hindari kebiasaan menganggap remeh sesuatu, meskipun kita melihat hal-hal yang kita pikir sepele, namun jangan biarkan ini menjadi kebiasaan, karena satu saat kita akan terjebak dalam kesulitan hanya karena kebiasaan ini.  Memang kita harus optimis dalam menghadapi masalah yang besar sekalipun, namun dalam hal-hal kecilpun kita hendaknya menyikapi dengan cara seperti hal-hal besar. Sering kita diuji melalui perkara yang kecil dan sederhana, dan dari sinilah awal pembentukan sikap positif kita. Ulangan 4:9, “Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,…” I Korintus 10:12, “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”  Mazmur 141:3, Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

Jangan menginterupsi hak orang lain, setiap orang berhak berbicara dan mengeluarkan pendapat. Hargai kebebasan orang lain dan hormatilah mereka terutama yang lebih tua, dan kepada mereka yang dipercayakan memegang tugas dan jabatan tertentu. Matius 19:19, “…, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." I Timotius 5:3,  “Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda.” I Petrus 2:17, “Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!”



Pikirkan gagasan-gagasan, jangan habiskan tenaga dan waktu untuk memikirkan kekuatiran. Jangan menghindar dari masalah, tapi hadapilah dengan gagasan-gagasan. Tuhan akan memberikan kekuatan dan hikmat untuk menghadapi dan menyelesaikannya. Matius 6:34, “…, Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Terimalah dan syukuri apa yang kita miliki karena hidup ini jauh lebih bernilai dari pada harta dan kekayaan. Lukas 12:23,  Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.


Manfaatkan setiap kesempatan. Setiap saat adalah peluang untuk menciptakan hubungan persahabatan. Jika kita memiliki sahabat, kita memiliki dunia, dan jika kita memiliki Yesus sebagai Sahabat yang setia, kita memiliki hidup. Jauhkan niat yang menimbulkan pertengkaran. Amsal 18:24, Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara. Amsal 17:17,  Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.


Berpikir dan bersikap dewasa, sadari kemampuan diri sendiri, dan hargai gagasan dan pembicaraan orang lain. Dalam banyak situasi, entah itu membuat kita sedih, tersinggung, marah dan lain-lain, terimalah itu dengan sikap positif, dan miliki selalu semangat untuk maju dan latihlah otak kita untuk menciptakan gagasan baru sebagai cara membina mental kita menjadi kuat dan mapan. Setiap kesulitan adalah latihan untuk menjadi lebih matang, lebih berkembang dan memiliki wawasan luas. Jangan membiasakan menghindar jika dalam kesulitan. Bersyukurlah bila kesulitan itu datang, karena kita akan segeran menjadi lebih bijak dan handal setelah itu. Roma 5:3,4  “…’Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”

Jangan menyibukkan diri untuk membuat perbandingan dengan orang lain. Bandingkan prestasi hari ini, dengan prestasi di waktu lampau. Akuilah jika orang lain memiliki kesamaan dengan kita atau jika kita tidak bisa menyamakan diri dengan orang lain karena kemampuannya. Sebab masing-masing diberikan karunia yang berbeda oleh Tuhan dengan maksud agar setiap bidang ada yang mengerjakan. Matius 25:15,  Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.


Taatilah peraturan, hormati budaya, norma-norma masyarakat. Milikilah tata krama dan kesopanan yang berlaku. Hidup tertib adalah cerminan orang yang bijaksana. I Petrus  2:17,  “Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!“  Matius  22:21, Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

Buatlah perencanaan dan berlatihlah untuk mengerjakannya. Baik dalam pekerjaan pribadi, maupun dalam memenuhi tugas pelayanan di gereja atau organisasi. Membuat rencana kerja adalah kebijaksanaan penting dalam hidup, perencanaan adalah mencegah kerugian. Sebagai contoh di zaman perjanjian lama, Keluaran 26:30 Kemudian haruslah kaudirikan Kemah Suci sesuai dengan rancangan yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu. Mintalah masukan dan nasehat dari orang yang berpengalaman dan libatkan nasehat-nasehat itu dalam rancangan kita. Amsal 15:22, Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.

Periksalah segalah sesuatu tentang diri sendiri secara rutin. Ambil waktu bermeditasi setiap hari dan gunakan waktu hening untuk berbicara dengan Tuhan. Jika ada, anda dapat menggunakan bahan renungan pagi atau pelajaran Alkitab harian (buku pelajaran sekolah sabat) Bacaan Alkitab Tahunan dan lain-lain. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Daniel, berdoa tiga kali sehari (Doa Daniel). Daniel 6:11, Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Selanjutnya dalam perjanjian baru dikatakan dalam II Korintus  13:5, Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Naikkan Pujian dan syukur kepada Tuhan setiap hari, seperti Daniel. Dengan bersyukur, kita dapat tersenyum. Kita tidak akan pernah tersenyum tanpa bersyukur. Mazmur 42:12, Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Selanjutnya Kolose 3:15, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.”





Kesimpulan.
Bila kita memulai dengan doa, maka kita akan mengakhiri segala sesuatu dengan senyuman. 
“Tak perlu sempurna
Untuk dikagumi,
Tak perlu tampil istimewa
Untuk selalu diperhatikan
Yang penting adalah…
Bagaimana menjadi
saluran berkat
bagi orang lain”
Setiap kali kita menawarkan bantuan, sesungguhnya kita sedang membuka saluran baru, dan setiap kita menciptakan gagasan baru, kita sedang membuka saluran baru.  Sebagai saluran berkat, kita mendatangkan keceriaan, semangat, membawa solusi, motivasi dan menebar pengaruh kesetiaan. Itulah cerminan iman yang disertai perbuatan, sebagai tolok ukur ketaatan kita kepada Tuhan. Bawalah gagasan-gagasan, dan jadilah saluran berkat.
 Yeremia 17:7 ,8, Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Tuesday, July 14, 2009

PRIBADI YANG BERTUMBUH DALAM KRISTUS



Ayat Pembuka:

II Korintus 4:10
Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Kolose 3:10
dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Kelahiran seorang bayi yang sehat, lucu akan menimbulkan harapan orangtuanya pada masa depan yang ceria.

Munculnya dua daun mudah dari benih yang di tanam beberapa hari yang lalu, menimbulkan harapan petani untuk kesejahteraan keluarganya.

Namun, jika hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, dua daun mudah dari benih itu yang tadinya diharapkan bertumbuh menjadi empat daun, dan terus bertumbuh, berbunga dan berbuah.., tapi ternyata tidak menunjukkan tanda-tanda yang di harapkan petani, hal ini menjadi masalah besar.
Masa depan keluarganya yang tadinya bergantung dari pertumbuhan dari dua daun itu, mulai pupus. Yang didapati adalah hal yang berbeda, dua daun menjadi satu daun dan akhirnya kering karena tidak ada pertumbuhan.

Satu tahun telah lewat, bayi sehat dan lucu itu yang tadinya diharapkan ibunya akan bertumbuh besar, merangkak dan dapat berjalan, ternyata tidak menunjukkan tanda-tanda seperti yang diharapkan karena tidak ada pertumbuhan.

Bagaimana Kita menjadi Pribadi yang Sukses Bertumbuh dalam Kristus?

Pernahkah anda melakukan perenungan mengenai diri sendiri, tentang apakah saya bertumbuh didalam pengetahuan akan agama saya? Apakah saya bertumbuh dalam percaya kepada Allah? Apakah saya mengalami Pertumbuhan didalam menaruh perhatian pada orang lain, kepada jemaat, kepada masyarakat? Apakah saya bertumbuh dalam Pelayanan kepada Allah?

Atau apakah saya mengerti bahwa saya harus bertumbuh?

Mari kita mencari jawabnya dengan memulai pada Apa tanda-tanda Bertumbuh itu?
Secara umum orang Kristen memusatkan Pertumbuhan pada 3(tiga) aspek:

1. Bertumbuh secara Badani

Pengikut Kristus pada mulanya sangat memperhatikan pertumbuhan badani. Kondisi kesehatan fisik seseoarang yang tercakup didalamnya keadaan kesehatan tubuh dan kemampuan tubuh sering dikaitkan dengan keadaan rohani mereka. Mereka terus menjaga kesehatan tubuh mereka karena itu menunjukkan bagaimana mereka menurut dan percaya sepenuhnya pada Injil yang mereka pelajari. Sering didapati bahwa kesembuhan mereka terjadi setelah dosa mereka diampuni. Hal ini terlihat pada setiap kali Tuhan Yesus menyembuhkan mereka , ada kalimat yang keluar dari mulut Yesus “ Dosamu sudah diampuni.”
Matius 9:2
Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."


Matius 9:5
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?


Markus 2:5
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"


Markus 2:9
Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?


Lukas 5:20
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."


Lukas 5:23
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?

I Petrus 2:2
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,


Orang Kristen yang benar adalah dia yang bertumbuh dalam pemeliharaan kesehatan tubuhnya, yaitu bagaimana dia memilih jenis makanan dan bahan makanannya, minumannya, gerak badan yang seimbang, istirahat yang cukup, memlihara kebersihan dan terus menjaga vitalitas tubuh. Ini adalah bagian dari perbuatan iman. Salah satu tanda bertumbuh dalam Kristus.

Kisah Para Rasul 15
15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

2. Bertumbuh dalam Pikiran

Efesus 4:15
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.


Filipi 4:10
Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.


Kolose 1:10
sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

Bertumbuh dalam Kristus adalah terus belajar tentang tabiat Kristus dan semakin memiliki hikmat dan pengertian akan ajaran Kristus.

Sebagai pengikut Kristus, anda harus semakin berhikmat, semakin berakal budi, semakin rendah hati, semakin arif dan bijaksana. Semakin sabar dan mengendalikan diri, berpenampilan menarik dan bersahaja, menghargai orang lain, saling menghormati dan tidak cepat marah, mengampuni , tidak membangkit-bangkit, menutupi kesalahan orang lain dan suka meminta maaf.

Secara umum orang Kristen seharusnya memiliki kepribadian yang kuat, kepercayaan yang kuat pada kuasa Allah dan keberanian untuk berbeda dari keduniawian. Ada begitu banyak petunjuk dalam Alkitab tentang bagaimana bertumbuh dalam Kristus melalui pikiran. Kitab Amsal memberi banyak pelajaran kepada kita bagaimana menjadi orang yang memiliki kepribadian yang kuat dan memiliki pikiran yang positif. Jika anda benar-benar pengikut Kristus, maka anda seharusnya sudah memiliki pedoman yang kuat untuk menjadi Pribadi yang memiliki identitas yang jelas sebagai orang Kristen, yaitu Firman Allah.


3. Pertumbuhan Spiritual


Pertumbuhan utama yang membawa setiap orang memiliki iman kepada Allah adalah pertumbuhan rohani. Pertumbuhan rohani akan menunjukkan apakah seseorang sehat dalam beragama atau tidak. Rohani anda bertumbuh atau tidak sangat dipengaruhi oleh apakah anda mau mempelajari perkataan kitab suci, menyelidikinya, mempraktekkannya serta mengajarkannya atau anda bahkan tidak perduli atau mungkin setengah-setengah. Jika anda tidak tertarik dengan kitab suci, niscaya anda tidak bertumbuh secara rohani, dengan kata lain anda sudak mati secara rohani

Yohanes 8:24
Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."

Yohanes 11:26
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Efesus 2:1
Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Efesus 5:14
Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Apakah anda mempelajari kitab suci hanya dengan setengah-setengah? Saya berharap tidak ada diantara anda yang mempelajari firman Tuhan dalam kitab suci hanya setengah-setengah, tidak sungguh-sungguh atau hanya sekedar formalitas saja. Mengapa? Sebab jika memang demikian , itu berarti tidak ada bedanya dengan orang yang tidak percaya sama sekali pada Allah. Karena orang yang setengah-setengah akan dibuang oleh Allah.

Wahyu 3:16
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Jika anda sudah menyerahkan diri untuk percaya kepada Allah, maka percayalah dengan sungguh-sungguh, pelajarilah firman Allah dengan sungguh-sungguh, mengertilah dengan sungguh-sungguh, praktekkanlah dengan sungguh-sungguh dan ajrkanlah kepada orang lain dengan sungguh-sungguh.

Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Markus 12:30
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.


Lukas 10:27
Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."


Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Jadi apabila anda ingin menjadi orang Kristen yang benar, maka bertumbuhlah! Baik tubuhmu, pikiranmu maupun rohanimu. Segala sesuatunya adalah untuk pelayanan kepada Allah dan juga kepada sesama manusia.

Bertumbuh adalah proses terjadinya perubahan yang dapat menjadikan sesuatu berkembang menjadi lebih baik atau meningkat.

Apakah tubuh anda mengalami perubahan yang berkembang kearah yang lebih baik? Apakah pikiran anda mengalami perubahan kearah yang labih baik dan positif? Apakah kerohanian anda mengalami perubahan kearah yang lebih meningkat pada kebenaran?

Hanya anda dan Allah saja yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu! Hubungan anda dengan Tuhan adalah jawabannya. Anda mengalami pertumbuhan atau tidak, itu sangat bergantung pada bagaimana hubungan anda dengan Tuhan sebagai Pencipta anda. Bagaimana pertumbuhan badan, pikiran dan rohani anda akan ditunjukkan oleh bagaimana hubungan pribadi anda dengan Tuhan.


Tidak ada cara lain yang dapat menghantarkan anda kepada Allah, kecuali satu hal yaitu hubungan pribadi anda dengan Tuhan. Jadi milikilah hubungan pribadi yang erat antara anda dan Tuhan, maka niscaya anda akan bertumbuh.

Vandy JP